Serang, 15 Juni 2025 – Pesantren Nurul Fikri Boarding School (NFBS) Serang kembali menunjukkan komitmennya terhadap masyarakat melalui gelaran Bakti Sosial Khitanan Massal 2025. Kegiatan tahunan ini berhasil mengkhitan 76 anak dari total 80 pendaftar, bertempat di lingkungan Pesantren NFBS Serang. Acara ini merupakan kolaborasi apik antara Pegawai NF, BSMI, dan masyarakat sekitar, yang bertujuan untuk membantu masyarakat kurang mampu, menjalin silaturahmi, serta menjalankan sunah Nabi Muhammad SAW.
Kegiatan khitanan massal ini bukan sekadar acara rutin, melainkan program sosial tahunan yang telah ditetapkan dalam Rapat Kerja Yayasan. Koordinator Klinik Nurul Fikri Boarding School Serang, Eki Baehaki, menjelaskan bahwa ada beberapa alasan kuat di balik penyelenggaraan kegiatan ini:
Kesuksesan acara ini tak lepas dari persiapan matang yang dilakukan panitia. Tiga hari sebelum hari-H, panitia mengadakan rapat intensif untuk memastikan setiap divisi siap menjalankan tugasnya. Pembagian tugas yang detail dan pembahasan teknis menyeluruh dilakukan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan.
Sehari sebelum pelaksanaan, area Pesantren NFBS Serang disulap sedemikian rupa. Ruangan kelas disiapkan sebagai ruang khitan, sementara Masjid Al-Khairiyah menjadi pusat acara seremonial. Semua perlengkapan dikumpulkan di satu tempat agar pendistribusian pada hari-H berjalan lancar dan efisien.

Pada hari-H, suasana di Pesantren NFBS Serang sudah ramai sejak pukul 06.00 pagi. Para peserta khitan beserta keluarga berdatangan, didata, diperiksa, dan diberikan nomor urut kedatangan di pos satpam. Pukul 07.30 WIB, peserta dan keluarga diperbolehkan masuk ke area Masjid Al-Khairiyah untuk registrasi ulang dan menyusun nomor urut.
Acara seremonial dimulai pukul 07.25 hingga 08.40 WIB, diawali dengan pembukaan, sambutan dari jajaran direktur dan manajer pesantren, penyerahan simbolis, dan bingkisan untuk tokoh masyarakat. Kemeriahan acara semakin terasa dengan penampilan hiburan marawis dari Kutab NF. Setelah sesi foto bersama, acara ditutup dengan doa.
Setelah doa, peserta dan keluarga diberikan arahan mengenai alur khitan, penjelasan informed consent, serta panduan perawatan pasca-khitan. Pukul 08.50 WIB, proses inti khitan dimulai. Delapan peserta dipanggil sesuai jumlah operator khitan, diatur oleh panitia, dan diarahkan ke meja dokter. Setelah tindakan khitan, peserta diobservasi di ruang khusus selama 10-15 menit untuk memantau kemungkinan perdarahan. Apabila tidak ada masalah, mereka diberikan terapi obat dan bingkisan, lalu diperbolehkan pulang.

Eki Baehaki mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran seluruh rangkaian Bakti Sosial Khitanan Massal ini. "Alhamdulillah, dengan izin Allah SWT, rangkaian baksos khitanan massal berjalan dengan baik dan lancar," ujarnya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh civitas pesantren, direktur, manajer, dan kepala bidang yang telah hadir, serta secara khusus mengapresiasi kerja keras seluruh panitia yang telah mensukseskan acara besar ini.
"Baksos ini adalah salah satu amanah dari yayasan agar terus dipelihara dan dijalankan dengan baik, agar kebermanfaatannya dirasakan oleh masyarakat," tambahnya.
Eki berharap masyarakat dapat terbantu dan biaya khitan yang mahal dapat diringankan melalui kegiatan ini. Ia juga menyampaikan doa agar Pesantren NFBS Serang semakin maju dan terus bisa berkontribusi bagi masyarakat dan negara tercinta.